Beginilah resikonya kalau tidak punya kakak laki-laki. Saya mau sekali
punya kakak laki-laki dari dulu sekali. Tapi pada kenyataannya saya
hanya 2 bersaudara. Kakak saya seorang perempuan. Memang kakak perempuan
juga bagus sih, tapi saya dan dia sering sekali bertengkar. Padahal hal
sepele tapi masih saja di pertengkarkan. Freak memang -_-"
Nah, karena saya tidak punya kakak laki-laki, maka saya kebanyakan punya
teman laki-laki. Dari SD sampai SMA. Lalu masuk Kuliah, saya ketemu
sama senior saya yang kebanyakan laki-laki.
Setelah masa ospek, saya dan teman-teman saya jadi lebih sering kumpul
dengan kakak senior kita yang kebanyakan laki-laki. Kita bisa diskusi
dengan beliau-beliau semua, ikut kajian sama-sama dan juga bisa curhat
dengan senior serta di kasi solusi juga. Asik deh rasanya :-)
Di jurusan saya kan ada namanya HIMIKOM UMI. HIMIKOM UMI yaitu Himpunan
Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia. Nah, saya juga ikut masuk
didalam. Makanya, saya jadi sering kumpul sama kakak-kakak senior ini
yang sekali lagi kebanyakan laki-laki hehehe :D
Senang ya rasanya punya banyak teman, ketemu sama senior yang
ramah-ramah dan bisa curhat dengan mereka juga. Saya rasa saya beruntung
bisa ikut jadi bagian dari HIMIKOM UMI. Dan saya beruntung bisa masuk
di jurusan Ilmu Komunikasi UMI angkatan 2012 :)
Sabtu, 20 Oktober 2012
Senin, 15 Oktober 2012
Hobi Saya Yang Random
Saya suka beli buku dan membaca buku apa saja. Dari novel fiksi/nonfiksi/nonfiksi komedi sampai buku-buku literatur tentang akademik. Saya itu tidak bisa membaca pelan atau membaca dalam hati. Saya itu suka membaca dengan suara yang keras dan cepat. Kenapa? Karena, saya kalau membaca dalam hati kadang suka tidak konsentrasi membaca. Banyak hal yang ada dipikiran saya. Tapi, kalau saya membaca dengan suara yang lantang dan keras, bacaan yang saya baca itu masuk dengan cepat. Saya juga tidak tahu kenapa bisa begitu.
Selain membaca buku saya juga suka jalan-jalan. Jalan-jalan maksud saya disini bukan jalan ke mall atau ke tempat rekreasi. Jalan-jalan maksud saya itu berjalan dengan kaki. Saya suka jalan-jalan keliling fakultas dengan teman saya, jalan-jalan di teras rumah saya, dan jalan-jalan di jalanan. Memang, hobi dan kurang kerjaan itu beda tipis ya? hehehe..
Apa lagi ya yang saya sukai? *sedang mikir*
Oh iya saya suka berhayal. Berhayal menjadi ibu peri!! (apasih -_-"). Bukan, maksudnya berhayal menjadi orang sukses. Eh, berhayal itu dosa tidak ya? hmm.. Ya gitulah.
Hal yang saya sukai yang lainnya adalah di traktir makan. Yaiyalah, di traktir enak. Uang tidak keluar, perut kenyang. Asik uangnya bisa ditabung buat beli buku lagi! hahaha :D
Oke, segitu saja dulu yang saya mau bahas di blog saya ini. Saya cuman mau bilang.. Komedi, broo... hehehe :D
Selain membaca buku saya juga suka jalan-jalan. Jalan-jalan maksud saya disini bukan jalan ke mall atau ke tempat rekreasi. Jalan-jalan maksud saya itu berjalan dengan kaki. Saya suka jalan-jalan keliling fakultas dengan teman saya, jalan-jalan di teras rumah saya, dan jalan-jalan di jalanan. Memang, hobi dan kurang kerjaan itu beda tipis ya? hehehe..
Apa lagi ya yang saya sukai? *sedang mikir*
Oh iya saya suka berhayal. Berhayal menjadi ibu peri!! (apasih -_-"). Bukan, maksudnya berhayal menjadi orang sukses. Eh, berhayal itu dosa tidak ya? hmm.. Ya gitulah.
Hal yang saya sukai yang lainnya adalah di traktir makan. Yaiyalah, di traktir enak. Uang tidak keluar, perut kenyang. Asik uangnya bisa ditabung buat beli buku lagi! hahaha :D
Oke, segitu saja dulu yang saya mau bahas di blog saya ini. Saya cuman mau bilang.. Komedi, broo... hehehe :D
Kamis, 11 Oktober 2012
Menjadi Mahasiswa Baru
Menjadi seorang Mahasiswa Baru (MaBa) adalah salah satu impian saya. Yes, Its My Dream. Dan Alhamdulillah, impian saya itu akhirnya terkabul. Tampaknya impian saya itu agak rendah ya? Oke, tidak apa-apa kalau impian saya itu dianggap rendah. Setiap orang kan punya impiannya sendiri, termasuk saya. Sebenarnya impian saya bukan hanya menjadi Mahasiswi saja. Impian saya itu banyak. Namanya manusia kan tidak pernah puas, betul kan?
Sekarang saya menjadi Mahasiswi di Universitas Muslim Indonesia. Saya masuk di Fakultas Sastra & Ilmu Komunikasi, saya di jurusan Ilmu Komunikasi. Ini juga salah satu hal yang saya impikan. Masuk di jurusan Ilmu Komunikasi, lalu tertarik dengan mata kuliahnya, terus ingin menjadi seorang penyiar atau seorang fotografer merupakan impian saya juga. Namun, terkadang kita harus memilih ke arah mana sebenarnya tujuan kita? minat dan bakat kita? sampai sekarang saya masih mencarinya, masih ingin mencoba banyak hal yang saya sukai.
Suatu saat, ketika saya sudah menemukan passion saya, saya akan membanggakan siapa saja orang-orang terdekat saya. Seperti keluarga saya dan teman-teman saya. Semoga saja terkabul. Amin :-)
Sekarang saya menjadi Mahasiswi di Universitas Muslim Indonesia. Saya masuk di Fakultas Sastra & Ilmu Komunikasi, saya di jurusan Ilmu Komunikasi. Ini juga salah satu hal yang saya impikan. Masuk di jurusan Ilmu Komunikasi, lalu tertarik dengan mata kuliahnya, terus ingin menjadi seorang penyiar atau seorang fotografer merupakan impian saya juga. Namun, terkadang kita harus memilih ke arah mana sebenarnya tujuan kita? minat dan bakat kita? sampai sekarang saya masih mencarinya, masih ingin mencoba banyak hal yang saya sukai.
Suatu saat, ketika saya sudah menemukan passion saya, saya akan membanggakan siapa saja orang-orang terdekat saya. Seperti keluarga saya dan teman-teman saya. Semoga saja terkabul. Amin :-)
Riwayat Hidup
Nama saya Mahfudhah Afiah Maladi biasa di panggil Fudah. Tempat Tanggal
Lahir, Ujung Pandang, 12 April 1994. Umur saya 18 Tahun. Anak kedua dari
2 bersaudara. Alamat saya jalan Racing Centre Komp. Umi Blok i no. 24
Makassar. Hobi saya membaca buku nonfiksi komedi, menonton Stand Up
Comedy Indonesia dan online Facebook, Twitter dan menulis di Blog.
Pendidikan saya sewaktu kecil yaitu, saya TK di TK Jamal Haq, di kelas
nol besar. Kemudian saya lanjut sekolah SD di SDN. Sudirman 1 Makassar,
di kelas 1-6 B. Ketika kelas 6 SD, saya berkeinginan memakai Jilbab,
karena waktu itu saya melihat teman saya yang memakai Jilbab terlihat
Cantik dan Anggun.
Lalu, saya melanjutkan masuk SMP di MTsN Model Makassar, di kelas
7.9-9.4. Alhamdulillah, keinginan untuk berjilbab terwujud. Sesudah SMP
saya melanjutkan sekolah SMA yang kebetulan bersebelahan dengan SMP saya
yaitu di MAN 2 Model Makassar, di kelas 10-3 dan 10-5 (ketika itu ada
pe-rollingan kelas), naik kelas 11 di kelas 11 IPS 3 sampai kelas 12 IPS
3.
Karena sudah terbiasa memakai Jilbab di sekolah, maka sehari-hari jika
saya hendak keluar rumah entah bepergian bersama keluarga atau sama
teman saya pasti memakai baju berlengan panjang dan memakai Jilbab. Di
keluarga saya, sepertinya baru saya yang lulusan Madrasah Tsanawiyah dan
Madrasah Aliyah, yang lainnya lulusan SMP dan SMA Negeri.
Ternyata waktu Tante dan Om saya tahu bahwa sekolah saya bagus, mereka
mendaftarkan anaknya ke SMP saya yaitu di MTsN Model, tapi sudah dari
SMP adik-adik sepupu saya tidak mau lagi melanjutkan sekolah di SMA saya
yaitu di MAN 2 Model. Capek menghafal alasannya kebanyakan hafalan
disana. Alhamdulillah saya lulus disana.
Banyak orang yang beranggapan bahwa sekolah di Madrasah itu tidak enak,
banyak hafalan, belajarnya lama, dan sebagainya. Memang benar, sekolah
di Madrasah itu banyak hafalannya, maklum saja namanya juga sekolah
Islam. Tapi, orang seperti saya yang sudah merasakan sekolah di Madrasah
pasti sudah terbiasa dengan semua itu. Karena saya belajar disana.
Sebenarnya Madrasah sama saja dengan sekolah lain. Pelajaran dan tata
tertibnya sama, cuma yang membedakan kalau Madrasah ada nilai
tambahannya yaitu belajar tentang Agama Islam yang mencakup mulai dari
Fikih, Aqidah, sampai Bahasa Arab. Sedangkan sekolah negeri hanya
pelajaran umum saja.
Kemudian ketika SMA/MAN saya mengambil jurusan IPS. Sebenarnya saya
suka pelajaran IPS itu dari SMP/MTs. Mungkin kebanyakan orang memilih
jurusan IPA katanya lebih bagus. Menurut saya, jurusan IPA itu susah
karena memang otak saya yang tidak mampu di pelajaran itu. Makanya, saya
memilih jurusan IPS. Sebenarnya IPS juga susah, setidaknya saya suka
dengan pelajarannya karena mudah di mengerti.
Memilih jurusan, orangtua biasanya memberikan nasihat dalam pilihan
yang kita ambil. Saya juga seperti itu. Dulu ketika SD dan SMP ibu saya
menyuruh saya jadi dokter. Ketika masuk SMA berubah pilihan lagi masuk
di hukum, karena saya pilih jurusan IPS waktu itu. Orangtua saya tahu
bahwa kemampuan saya itu tidak seperti kakak saya yang jauh lebih tinggi
kemampuannya dibandingkan dengan saya. Karena, kakak saya otaknya ke
IPA, sekarang kakak saya Mahasiswa Teknik Arsitek di UMI.
Kebetulan Ibu saya pendidikannya juga lulusan IPA sama seperti kakak
saya. Sekarang Ibu saya Dosen di Teknik Sipil UMI. Sepertinya kemampuan
Ibuku turun ke Kakakku, banyak yang berpendapat demikian. Dan memang
Ibu dan Kakakku ini pintar Matematika dan juga wajahnya mirip. Beda
dengan saya.
Yang tadi itu saya cerita tentang Ibu dan Kakak saya. Sekarang tentang
Ayah saya. Di keluarga saya, saya biasanya dibilang mirip sama Ayah
saya. Dari segi wajah dan tingkah laku saya itu mirip dengan Ayah saya.
Bahkan keluarga saya bilang saya itu turunan dari Ayah. Pendidikan Ayah
yang terakhir itu di Fakultas Hukum UMI. Tapi, Ayah saya adalah dulunya
seorang penyiar radio di RRI, seorang MC juga, dan sekarang PNS.
Setelah Lulus SMA/MAN, saya melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Dan
Perguruan Tinggi yang pertama saya daftar adalah di Universitas
Hasanuddin (UNHAS). Karena kalah saing, saya dinyatakan tidak lulus. Dan
ada banyak teman-teman saya yang tidak lulus disana. Sebenarnya, saya
tidak terlalu memikiran ketidaklulusan saya disana. Karena saya tahu
kemampuan saya itu memang tidak cocok disana.
Lalu, pilihan kedua saya adalah di Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Saya memilih di Fakultas Sastra jurusan Sastra Inggris. Alhamdulillah,
saya Lulus. Namun, ketika pendaftaran ulang, ada seorang pegawai tata
usaha (kebetulan temannya Ibu saya) menawarkan di jurusan Ilmu
Komunikasi. Katanya satu ikut Ibu satu ikut Ayah.
Waktu itu saya di kasi 2 pilihan jurusan, Sastra Inggris atau Ilmu
Komunikasi. Saya mikir, saya bingung. Katanya, kalau di Sastra Inggris
pelajarannya seperti di tempat Les yang ada di luar. Kalau Ilmu
Komunikasi, pelajarannya sudah mencakup semuanya seperti Ilmu Politik,
Sosiologi, Broadcasting, dan sebagainya dan ada belajar Bahasa
Inggrisnya juga. Dan kebetulan Mata Kuliah dari Ilmu Komunikasi semuanya
saya suka dan saya tertarik untuk mempelajarinya.
Sampai akhirnya, saya memilih untuk masuk di jurusan Ilmu Komunikasi
UMI. Mungkin saja memang benar bahwa kemampuan Ayah saya turun ke saya.
Sepertinya saya akan melanjutnya pekerjaan Ayah saya dulu. Menjadi
seorang penyiar radio, mungkin juga seorang MC.
Seiring dengan berjalannya waktu, cita-cita saya yang dulunya di suruh
jadi dokter, trus di suruh masuk di hukum, sekarang sepertinya cita-cita
dan impian saya berubah. Bukan lagi menjadi seorang dokter atau seorang
pengacara, mungkin saya nanti akan jadi seperti Ayah saya. Menjadi
seorang Penyiar, Jurnalis atau seorang MC, atau mungkin juga menjadi
seorang Fotografer.
Saya tidak tahu akan seperti apa saya di masa yang akan datang. Biarlah
waktu berjalan dengan sendirinya, menjawab setiap impian kita. Semoga
impian terbaik kita semua terkabul dan kita semua menjadi sukses.
Demikianlah Riwayat Hidup Saya, lebih dan kurangnya mohon di maafkan.
Terima kasih. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Rabu, 10 Oktober 2012
Tentang Diri Saya
Assalamualaikum..
Nama saya Mahfudhah Afiah Maladi. Biasa di panggil Fudah. Saya sekarang berumur 18 tahun. Sekarang saya sedang kuliah dan menjadi mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Makassar. Saya suka dengan hal yang berkaitan dengan ilmu komunikasi. Seperti Broadcating, Fotografer, Cinematografi, dsb. Sepertinya saya suka dengan jurusan saya ini.
Saya ya maunya jadi Fotografer, karena saya suka memotret jarang dipotret. Bahkan kadang saya jadi tukang foto dadakan di kalangan keluarga dan di kalangan teman-teman. Tapi di satu sisi saya juga mau jadi seorang MC atau seorang penyiar radio. Semoga sajalah saya bisa milih mana yang terbaik buat saya untuk sementara saya jalani saja dulu menjadi MABA (Mahasiswi Baru).
Saya rasa saya beruntung bisa masuk jadi bagian Ilmu Komunikasi UMI Makassar. Alhamdulillah..
Mungkin itu saja sedikit informasi dari saya. Nanti saya akan memosting lagi. Terimakasih.
Wassalamualaikum.
Nama saya Mahfudhah Afiah Maladi. Biasa di panggil Fudah. Saya sekarang berumur 18 tahun. Sekarang saya sedang kuliah dan menjadi mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Makassar. Saya suka dengan hal yang berkaitan dengan ilmu komunikasi. Seperti Broadcating, Fotografer, Cinematografi, dsb. Sepertinya saya suka dengan jurusan saya ini.
Saya ya maunya jadi Fotografer, karena saya suka memotret jarang dipotret. Bahkan kadang saya jadi tukang foto dadakan di kalangan keluarga dan di kalangan teman-teman. Tapi di satu sisi saya juga mau jadi seorang MC atau seorang penyiar radio. Semoga sajalah saya bisa milih mana yang terbaik buat saya untuk sementara saya jalani saja dulu menjadi MABA (Mahasiswi Baru).
Saya rasa saya beruntung bisa masuk jadi bagian Ilmu Komunikasi UMI Makassar. Alhamdulillah..
Mungkin itu saja sedikit informasi dari saya. Nanti saya akan memosting lagi. Terimakasih.
Wassalamualaikum.
Langganan:
Komentar (Atom)