Kamis, 17 September 2015

Help Me To Changed.

Ada salah satu hal yang sepele namun cukup berkesan buatku. Hal itu ada pada saudara se-Komunika ku. Mereka tidak hanya sebagai temanku, tapi mereka juga membantuku menemukan skill atau kemampuanku. Yang sewaktu jadi MaBa (Mahasiswa Baru) sampai semester 6, saya suka kurang pede tampil didepan umum, masih malu-malu & selalu grogi. Tapi sekarang semester 7, saya sudah mulai perlahan-lahan memberanikan diri untuk berubah lebih pede & mencoba mengurangi sifat malu-malu ku.
Saya tau  niat teman-teman se-Komunika ku, memberikan motivasi & dorongan untuk saya, agar saya bisa lebih berkembang dan lebih maju lagi kedepannya. Mereka tidak mau saya jadi orang yang kaku & tidak pede. Maka dari itu, mereka menunjuk saya jadi sekretaris senat (BEM) di Fakultas Sastra & Ilmu Komunikasi UMI periode 2015-2016. 
Awalnya saya tidak yakin. Tapi, melihat raut wajah dari teman-teman ku, sepertinya mereka cukup yakin dengan keputusan itu. Maka, saya setuju saja dengan keputusan mereka. Akhirnya, jadilah saya sebagai sekretaris senat (BEM) haha. 
Dan satu lagi, bukan cuma teman-teman se-Komunika ku alias se-angkatanku yang membantuku berubah. Tapi, senior-senior dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMIKOM UMI) yang juga turut memberikan kajian-kajian dan nasihat-nasihat yang cukup berguna & bermanfaat setidaknya bagi saya hehe. 
Terimakasih. Saya bersyukur bisa mengenal kalian semuanya. Semoga kita semua sukses di dunia maupun diakhirat. Aamiin Ya Rabbal Alamin~

Selasa, 12 Mei 2015

Harap Maklumi.

    Mungkin bagi sebagian orang mudah untuk berkomunikasi, mengeluarkan apa yang ingin mereka ungkapkan. namun bagi saya, saya lebih suka mengungkapkannya dengan cara nonverbal. Yaitu mengungkapkan dengan simbol, lambang, bahasa isyarat ataupun melalui tulisan.
     Begini, saya kan orangnya pendiam, jadi sangat susah bagi saya untuk berkomunikasi dengan menggunakan komunikasi verbal. Yaitu dengan Lisan, berbicara secara langsung atau face to face dengan orang lain.
     Jadi, jika kalian melihat penampilan saya berubah-ubah, itu artinya saya sedang punya masalah, banyak pikiran, dan sedang stress. Contoh, yang tadinya saya memakai Jilbab Syar'i yang langsung, kemudian berubah memakai Jilbab Pashmina namun tetap syar'i. Tapi menurut saya, itu masih normal saja sih, saya masih mempertahankan hijab saya. Karena bagiku, Jilbabku adalah Asetku hihi :D
   
     So, bagi kalian yang tidak/belum mengerti mengenai definisi Jilbab Syar'i, mending diam saja. Karena, kalau kalian berkomentar mengenai perubahan penampilan saya, berarti kalian belum cukup mengenal saya. Dan juga saya orangnya mudah tersinggung. Kalau saya tersinggung, berarti kalian berdosa. Nah, kalau kalian berdosa, kan kasian kaliannya hehe :p
     Jadi, saya mohon harap maklumi saya, mohon pengertiannya dan juga mohon bantuannya. Karena, saya ingin menjadi Muslimah yang lebih baik, Insya Allah. Aamiin Ya Rabb o:)

     

Selasa, 14 April 2015

Just My Story.

Saya mau cerita.. 
Begini, keinginan saya untuk Berjilbab itu tumbuh sewaktu saya masih SD. Waktu itu saya melihat ada teman saya yang pakai jilbab ke sekolah. Saya melihat dia kelihatan cantik memakai jilbab. Dulu waktu SD kan setiap pelajaran Pendidikan Agama Islam harus pakai jilbab, tidak tiap hari memang. Tapi saya merasa nyaman pakai jilbab. 
Nah, waktu SD kan saya masih belum paten pakai jilbabnya, pakainya cuma tiap belajar Pendidikan Agama Islam saja. Ketika kelas (kalo tidak salah) 5 atau 6, saya pernah bilang begini ke Ibu saya, "bu, belikan ka baju lengan panjang sama rok panjang, mauka pakai jilbab.." Kataku. Lalu Ibu jawab, "Iya, nantipi nah nak". 
Ternyata sampai lulus SD Ibuku mungkin lupa, jadinya saya masih belum pakai jilbab waktu itu.
Namun ternyata, masuk SMP saya bersekolah di Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Makassar (MTsN Model MKS) dimana disekolah itu diharuskan pakai jilbab. Saya senang, dan saya bersyukur akhirnya saya bisa pakai jilbab setiap hari. 
Lanjut SMA pun, saya masih tetap pakai jilbab. Karena SMA saya sampingan dengan SMP saya dulu, yaitu di Man 2 Model Makassar. 
Perjalanan memakai jilbab saya ternyata tidak mudah. Hati saya jadi goyah sewaktu kelas X semester 2. Ketika itu ada perolingan kelas. Yang tadinya saya dikelas X-3 trus dipindahkan ke kelas X-5. Sakit hati rasanya. Saya jadi stres, depresi serta kegilangan akal sehat. Saya kemudian membuka jilbab saya. Waktu itu saya khilaf (Astagfirullah..). Saya pergi-pergi tanpa pakai jilbab. Saya sempat nonton konser tidak pakai jilbab. Bergaul sama teman-teman tanpa pakai jilbab. (Astagfirullah ya huhu..) 

Tapi, Alhamdulillah saya bisa move on dari sikap saya yang konyol itu. Naik kelas XI saya pakai jilbab saya lagi sampai sekarang. MasyaAllah ya :) 
Masuk ke perguruan tinggi, saya kuliah di Universitas Muslim Indonesia (UMI). Saya mengambil Jurusan Ilmu Komunikasi, konsentrasi Jurnalistik. Di UMI sewaktu MABA, mahasiswanya diharuskan mengikuti Pesantren kilat dan pencerahan qalbu. Kegiatan itu wajib diikuti seluruh mahasiswa di UMI, itu merupakan salah satu syarat lulus untuk bisa diwisuda. Saya pun mengikuti kegiatan tersebut. Tempatnya di Pesantren Darul Mukhlisin (Padang Lampe) di Pangkep. Tempatnya sangat tenang & membuat nyaman. Pada awal masuk pesantren padanglampe  tersebut, saya sempat takut & khawatir. Kenapa? Karena sebelum masuk di UMI, banyak stigma negatif tentang Padanglampe. Ternyata setelah saya sendiri merasakan tinggal disana, semua stigma buruk itu tidak ada yang benar. Malahan saya jadi betah sekali berada disana. Saya jadi rajin beribadah, berzikir, mengaji, bertemu dengan ayah-bunda disana, menambah teman, dsb. Dan ternyata seusai kegiatan tersebut, pulang ke Makassar saya mengalami perubahan yang cukup baik. Banyak dampak positif yang saya dapatkan. 
Ketika memasuki semester 5, saya pun merubah penampilan saya. Sekarang saya sudah mulai memanjangkan jilbab saya. Yang tadinya pakai celana dan jilbab segitiga yang biasa, sekarang saya jadi lebih sering pakai baju dan rok atau baju gamis dengan jilbab yang cukup syar'i. Itu pun saya menuai pro & kontra. Tidak mudah memang menjadi seorang Muslimah sejati. Banyak ujian dan cobaannya.
Allah memang maha membolak-balikkan hati. Semoga hati hamba senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, serta petunjuk-Nya ke arah yang lebih baik. Aamin Ya Rabb.. 0:)

Selasa, 24 Maret 2015

My New Look Story

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ku ini. Banyak sekali cerita yang tidak sempat saya tuangkan ke blog ini. Baiklah, saya akan menuangkan ceritaku disini...

     Setelah pulang dari Mataram (tahun lalu, 2014), beberapa minggu kemudian saya mulai ingin merubah penampilan fisik saya. Saya ingin memakai rok, baju gamis dan jilbab yang lebih syar'i. Saya juga tidak mengerti mengapa saya ingin merubah diri saya. Mungkinkah saya telah mendapat hidayah sepulang ku dari Kota Mataram? Mungkin saja..
     Singkat cerita, setelah mencoba beberapa kali pergi ke luar rumah dengan memakai baju gamis dengan jilbab sedikit diperpanjang, saya mulai merasa nyaman dengan penampilan saya seperti itu. Sayapun mulai berpakaian lebih syar'i ke kampus.
     Nah, ketika pertama kali berpenampilan lebih syar'i ke kampus, ada seorang mahasiswa yang berkata kira seperti ini "kenapa taplak meja dipake ke kampus?", saya tidak menjawabnya, saya berkata dalam hati "sabar, biar Allah yang menilai.." lalu saya berjalan terus sampai ke fakultas saya.
     Tidak mudah memang berubah. Apalagi perubahan saya cukup drastis. Yang tadinya masih memakai kemeja panjang, pakai celana dan jilbab biasa (saya menyebutnya jilbab anak kuliahan), menjadi lebih syar'i memakai gamis serta jilbab panjang.
     Karena penampilan saya sudah berubah, sayapun berusaha memperbaiki akhlak saya. Saya ingin menyesuaikan penampilan saya dengan akhlak saya.
     Ada 4 hal sifat buruk ku yang ingin saya hilangkan yaitu: Pertama, sifat malas. Kedua, sifat egois. Ketiga, sifat temperament dan yang Keempat, tutur kata yang masih agak kasar. Tidak mudah memang menjadi seorang Muslimah yang baik, butuh kesabaran dan kehati-hatian dalam berperilaku.
    Saya bersyukur karena lebih banyak orang yang mendukung saya dalam berpenampilan seperti sekarang ini. Saya pun punya sahabat yang lebih dulu berpakaian lebih syar'i dari saya. Walaupun, masih banyak sekali teman-teman saya (yang Muslimah) yang masih berjilbab biasa (jilbab anak kuliahan).
     Sebenarnya, masih banyak sekali ilmu agama yang belum saya ketahui. Saya masih perlu belajar, perlu memahami dan mendalami ilmu tersebut guna menjadi bekal di akhirat kelak.
     Ketika ada orang yang menegur saya dan memberikan nasihat kepada saya, saya merasa berterima kasih karena telah dituntun menuju jalan yang benar.

Seperti itulah cerita singkat tentang perubahan baru saya. semoga kedepannya saya bisa memperbaiki diri lagi agar menjadi seorang Muslimah yang lebih baik. Oh iya, Insya Allah tahun ini saya berangkat Umroh sekeluarga sama Ibu, Ayah dan Kakak ku. Alhamdulillah dapat rezeki dari Allah. Semoga sepulangnya dari Umroh saya menjadi lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya. Amin Ya Rabbal Alamin~

Sekian dulu cerita saya. Kalau ada waktu luang, saya akan menulis di blog lagi.
Terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.