Aleksitimia adalah sejenis penyakit kelainan psikologis atau sindrom yang membuat seseorang kesulitan mengungkapkan emosi.
Saya menemukan jenis penyakit aleksitimia ini didalam sebuah buku judulnya Truth or Dare. Seseorang yang selalu merasa dirinya itu sendirian padahal sebenarnya dia punya teman, tapi dipikirannya dia selalu merasa sendiri. Seseorang yang kesulitan membedakan berbagai macam emosi.
Sebenarnya di otaknya itu tersimpan banyak kata-kata yang ingin dia sampaikan kepada orang, tapi sulit baginya untuk mengeluarkan kata-kata itu dari mulutnya, hanya terpikirkan tetapi tidak bisa disampaikan.
Penderita aleksitimia jarang menangis, tetapi seandainya menangis, air
matanya mengucur deras. Namun, mereka akan kelabakan bila ditanya apa
sebabnya mereka menangis.
Penderita aleksitimia bukannya tidak pernah merasa, melainkan tidak
mampu mengetahui dan terutama tidak sanggup merumuskannya kedalam kata-kata dengan tepat apa yang mereka rasakan.
Nah, ketika saya mengetahui tentang hal itu, saya kemudian berfikir tentang diri saya sendiri. Saya juga selalu sulit mengungkapkan emosi saya, sulit untuk berbicara dengan orang lain, sulit menyusun kedalam kata-kata perasaan yang saya rasakan, padahal semuanya itu ada diotak saya cuma susah untuk dikeluarkan ke mulut. Saya juga selalu merasa sendiri padahal saya punya teman tapi tetap saja selalu merasa sendirian, juga kalau sedang stres atau sedih, air mata saya mengalir dengan derasnya.
Semua sifat yang saya miliki itu, hampir sama dengan ciri-ciri penyakit aleksimitia. Pertanyaannya, apakah saya salah seorang yang menderita penyakit aleksitimia?